yah itulah keistimewaan sosok ms Edi Anwar
olah rasanya begitu.. bagus..
umumnya orang buat musik .. itu nadanya dulu baru liriknya
lha ini mas Edi buat lagu dari puisi yang sudah ada..
apa lagi karya orang2 yang tingkat karya sastranya mumpuni..
berikut contoh contohnya.. lagu lagu yang di buat dari puisi dulu awalnya..
1. Nidaul Chasanah - Wahai Nabiku (puisi Kiai Kuswaidi Syafi'i)
Wahai Nabiku (Puisi Karya Kiai Kuswaidi Syafi'i)
engkaulah orang yang paling mengerti manusia
engkaulah orang yang paling memikirkan manusia
engkaulah orang yang paling sayang manusia
engkaulah orang yang paling berkorban untuk manusia
wahai junjungan ajarilah kami mengarungi cakrawala
belas kasihmu, debur semangat perjuanganmu
deru waktu semangatmu, panorama senja pesonamu
ya nabi salam 'alaika ya rosul salam 'alaika
ya habib salam 'alaika shalawatullah 'alaika
ya nabi salam 'alaika ya rosul salam 'alaika
ya habib salam 'alaika shalawatullah 'alaika
engkaulah orang yang paling berkorban untuk manusia
engkaulah orang yang paling sedih melihat derita manusia
wahai junjungan ajarilah kami mengarungi cakrawala
belas kasihmu, debur semangat perjuanganmu
deru waktu semangatmu, panorama senja pesonamu
wahai junjungan ajarilah kami mengarungi cakrawala
belas kasihmu, debur semangat perjuanganmu
deru waktu semangatmu, panorama senja pesonamu
ya nabi salam 'alaika ya rosul salam 'alaika
ya habib salam 'alaika shalawatullah 'alaika
ya nabi salam 'alaika ya rosul salam 'alaika
ya habib salam 'alaika shalawatullah 'alaika
Aku tempuh lorong hidup yang kebak onak ini.. Eva
Sematakan aku percaya bahwa senyummu
akan menghapus seluruh air mata dukanaku
Kalau bukan lantaran lengkung alismu yang sanggup menundukkan bulan
Untuk apa aku longgarkan tarian nafasku
Hari-hariku tertimbun duri
Di luar jendela, prahara bersekutu dengan gelegar guntur
Orang-orang berhamburan mencari buah di luar takdir
Semua itu Eva, malah membuat darahku mengglegak
menjelma sekuntum bunga api yang bersenyawa dengan senja
Langit robek terberai
Angkasa terjejali keculasan
Hingga daun-daun tak lagi lelap di pangkuan embun
Dan bumi ini makin panas terpanggang
oleh bara dosa dan hati busuk manusia yang tak pernah selesai
Eva, atas nama kesungguhanku, untuk menawarkan air ketentraman
pada kehidupan yang makin renta dan resah..
rapatkan bibirmu di kesenyapan keningku,
Hingga rekah fajar tak pernah diganti oleh keganasan siang yang mengerikan